Memasuki Era Energi Terbarukan

Permintaan BBM semakin tinggi, kendati harga gobal turun tak membuat para pembuat kebijakan ekonomi Indonesia tersenyum. Pasalnya negara terus menguras devisanya untuk menutupi ongkos impor yang terus naik volumenya dan nilai tukar Rupiah yang terpuruk.

Kabar menggembirakan datang usai peringatan 70 Tahun Kemerdekaan, sebanyak 339.000 kiloliter biodiesel segera diproduksi dalam kurun waktu 18 Agustus hingga 31 Oktober 2015. Ini adalah langkah mewujudkan mandatori Biodiesel 15 persen atau yang dikenal dengan program B-15 dengan tujuan hemat energy.

Jumlah masih bisa dikembangkan lebih jauh, menurut Ketua Badan Layanan Umum CPO Fund Bayu Krisnamurti, kepada Kantor Berita Antara, 18 Agustus 2015, hingga produksi mencapai  itu sesuai dengan pesanan PT Pertamina

Agar dapat berkembang dan menjadi soko guru baru perekonomian, aktifitas produksi bioenergy tak cuma berurusan dengan pembelian saja. Urusan permodalan, teknologi dan lain sebagainya juga penting dan menentukan keberlanjutannya.

Dalam kepentingan itulah, para pihak yang berkepentingan meneken nota kesepakatan kerjasama. Ini libatkan lembaga penelitian, perbankan dan produsen biodiesel.

Bioenergi tentu tak cuma dihasilkan dari tanaman sawit. Pada intinya bioenergy adalah energy terbarukan yang dihasilkan oleh sumber-sumber biologis.  Sebagai bahan bakar, bioenergy  dapat berasal dari kayu, limbah kayu, tebu serta  bahan-bahan yang dihasilkan  dalam aktifitas  sector pertanian. Bila kita tengok wilayah Indonesia, bahan baku bio

Hubungi Kami

Gedung Manggala Wanabakti
Blok IV Lt. 3 Ruang 303
Telp : (021) 5703265 Ext. 5201
Fax. (021) 5704484
Email : mapebhi@gmail.com

Tentang Mapebhi

Anggota Mapebhi terdiri dari seluruh masyarakat  di Indonesia, yang peduli dan bertekad untuk mewujudkan peluang usaha energi terbarukan khususnya bioenergi berbasis biomassa hutan

Statistik Pengunjung

Hari iniHari ini5
KemarinKemarin20
Minggu iniMinggu ini49
Bulan iniBulan ini252
Total PengunjungTotal Pengunjung15310