Tentang Kami

Konfik antarbangsa masa mendatang tak hanya  karena benturan peradaban, keterbatasan serta  kelangkaan energi, pangan dan air bakal jadi faktor  baru  pemicu perselisihan umat manusia.

Kesalahan masa lalu dalam pengelolaan sumberdaya alam, baik dari sisi kelembagaan, kebijakan, maupun pasar, akan semakin menjauhkan Indonesia dari cita-cita merengkuh ketahanan energi, pangan, dan air. Apalagi jika tidak segera dicari jalan keluar, ancaman krisis akan semakin membekap bangsa ini.

Ancaman krisis energi, terutama terkait minyak dan gas,  sangat nyata. Status Indonesia yang dahulu dikenal sebagai  negara pengekspor  terlempar  menjadi salah satu pengimpor paling besar.  Kini, setiap hari beban keuangan negara makin besar karena devisa terus tergerus untuk menutup biaya impor BBM.

Catatan produksi sebanyak  1,6 juta barel per hari, serta posisi sebagai pemimpin  Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), kini tinggal kenangan.  Kini produksi hanya  tinggal 800.000 barel per hari, sementara kebutuhan minyak bumi terus meningkat.

Sebagai negara pengimpor energi setiap bulan setidaknya kita mengeluarkan dana sekitar US$ 3,7 miliar (APBN 2013), yang membuat cadangan devisa kita terus susut dan mata uang Rupiah terus menerus terdeprisiasi. Ini belum termasuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menggerogoti APBN rerata sekitar Rp 300 triliun setiap tahunnya, dan berlangsung hampir selama 40 tahun.

Kita pun berhadapan dengan pilihan-pilihan sumber energi. Apakah dengan menambang energi berbasis fosil (minyak dan gas) lebih banyak, atau mendorong energi baru dan terbarukan berbasis nabati sekalipun memerlukan investasi yang tidak sedikit tetapi lebih ramah lingkungan.

Pemerintah melalui Undang-undang No. 30 tahun 2007 tentang Energi dan KEN 2013 (draft) telah mengatur strategi  mengatasi krisis  tersebut, antara lain melalui : diversifikasi, konservasi dan kemandirian energi.

Dalam diversifikasi, Energi Terbarukan menjadi harapan jalan keluar akan tetapi realisasinya masih rendah (1,9 %), karena masih mengandalkan sumber daya energi berbasis nabati pangan dan non pangan (limbah). Sumber daya hutan sebagai sumber daya energi terbarukan (bioenergi) sama sekali belum terjamah padahal potensinya sangat besar, dan teknologi konversinya telah tersedia.

Luas  hutan hujan tropis Indonesia ini secara de jure pada akhir Desember 2012 seluas lebih dari 133 juta ha. Artinya jumlah itu   terluas nomor  tiga di dunia setelah Brazil dan Zaire.  Kekayaan itu berpotensi besar sebagai  sumber energi biomassa hutan.

Di lahan hutan seluas itu tersimpan kayu bakar, kayu serpih (chips), pellet kayu, biomethanol, dan biohidrogen. Semuanya adalah  sumber energi hayati (bioenergi) berbasis biomassa kayu (lignoselulosa)  paling potensial dikembangkan baik pada skala pedesaan, kabupaten, provinsi, maupun nasional. Manfaat sumber daya hutan inilah yang semestinya dijadikan pilihan prioritas untuk menghasilkan energi terbarukan (bioenergi) pada sektor kehutanan.

Bertolak dari keprihatinan krisis energi di masa depan serta belum terjadinya akselerasi penyelesaian masalah tersebut, kami para pemangku kepentingan yang peduli pada energi baru dan terbarukan pada 22 Juli 2014 lalu, membentuk sebuah organisasi nirlaba: Masyarakat Pegiat Energi Biomassa Hutan Indonesia (MAPEBHI) atau "Indonesian Forest Biomass Energy Society(IFBES)"  dengan visi:

Menjadikan Energi Biomassa Hutan sebagai Bagian Penting dari Energi Terbarukan yang Berperan Nyata dalam Pembangunan Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional dan Daerah.

Kami sadar sepenuhnya, masalah energi baru dan terbarukan ini belum begitu mendapat perhatian dari masyarakat. Untuk itulah kami menjadikan website ini sebagai sarana untuk menyosialisasikan gagasan perihal pentingnya energi baru dan terbarukan terutama energi bio massa hutan seperti tertuang pada misi ke-3 MAPEBHI yakni, bersama-sama para pihak terkait melakukan sosialisasi atas potensi energi terbarukan. Salam

Hubungi Kami

Gedung Manggala Wanabakti
Blok IV Lt. 3 Ruang 303
Telp : (021) 5703265 Ext. 5201
Fax. (021) 5704484
Email : mapebhi@gmail.com

Tentang Mapebhi

Anggota Mapebhi terdiri dari seluruh masyarakat  di Indonesia, yang peduli dan bertekad untuk mewujudkan peluang usaha energi terbarukan khususnya bioenergi berbasis biomassa hutan

Statistik Pengunjung

Hari iniHari ini5
KemarinKemarin20
Minggu iniMinggu ini49
Bulan iniBulan ini252
Total PengunjungTotal Pengunjung15310